KHR: Dino-Hibird

BAB 1

Ah, Spice. Enaknya kutulis dari mana? Dari mana kau harus kuberitahu?

Apakah saat aku menjadi anggota komite di perfektur Chiba(?) di usiaku yang ke 46 tahun? Atau sekarang ketika aku membunuh berulang kali tanpa ada yang mencurigaiku? Sepuluh tahun berlalu tanpa identitasku ketahuan sama sekali, seakan dunia sudah menyerah untuk menemukanku, dan apa yang berhubungan dengan itu pun begitu sedikit sehingga rasanya bisa hilang tertimbun begitu saja dalam note ini(?). Tapi sebelumnya, seberapa besar kemungkinan kau bisa membaca note ini? Yah, meski aku tidak terlalu yakin, dengan kemungkinan yang sangat kecil itu, aku tidak punya pilihan lain selain menulisnya.

Lalu, kenapa aku memilih untu menjadi pembunuh?

Sampai sekarang, di ibukota, aku sudah membunuh 37 orang.

Di antara 37 orang itu ada laki-laki, perempuan, bahkan orang tua, tapi kebanyakan anak perempuan. Kalau mau yang lebih spesifik, siswi sekolah dasar. Dalam dunia sosial, yang seperti itu dikatakan sebagai maniak dan orang mesum, hahaha. Karena stereotip itu, mereka jadi tidak ada yang mau dekat-dekat denganku.

Ah, spice. Kamu pernah belajar ilmu psikologi? Dalam dunia kedokteran memiliki hubungan yang erat juga, tapi kurasa itu semua hanyalah mitos(?). Kalau 10 orang dokter dikumpulkan dan semuanya memiliki pendapat berbeda, dikatakan sebagai psikologi jaman sekarang pun tak masalah(??). xxxxxxxxxxxxxxxxxx. Pedofilia, psikopat, serial killer. Ketika predikat itu ditempelkan padaku, tapi tak ada satu pun dari mereka yang benar. Sedikit saja tidak.

Makanya, aku menulisnya di sini.

Dunia sih tidak peduli, tapi aku tidak mau kau salah paham.

Meski begitu, tahu tidak seberapa bahayanya?

Sampai saat ini aku, menurut garis keluarga(?), membunuh orang berdasar dengan logika dan rencana yang rapi. Tapi tentu saja, kalau menuruti garis keluarga, tetap saja tidak terlihat seperti itu di masyarakat. Jika note ini sampai tersebar luas, aku pasti tamat.

Pembunuh yang asli ketemu!

Maka dari itu, aku mewarnai dunia ini dengan warnaku, dari pagi sampai malam aku berkali-kali menjadikan orang yang bahkan tak pernah kutemui menjadi korbanku. Tapi lucu juga karena dalam perdebatan itu "aku" tidak ada di sana. Dari awal sampai akhir, semuanya tidak ada yang benar, hanya di satu tempat saja kebenaran itu tidak ditemukan.

Ah, kapan terakhir kali aku menulis note sepanjang ini? Tanganku sudah mulai pegal--ya, tapi lumayan memuaskan juga menulis begini.
Kuroko no Basket: Kise | Blush

Garasu no Kiss

Semenjak tadi hujan masih tak bosan mengguyur Tokyo. Pertengahan musim panas, mereka memasuki musim hujan. Musim yang sedikit merepotkan karena akan susah keluar rumah, atau bahkan bisa dibilang musim bencana. Banjir dan topan bisa dikatakan bencana bawaan musim hujan. Makanya, alih-alih mereka bisa bersenang-senang di luar karena tak ada matahari menyengat, mereka hanya bisa mendekam di dalam rumah sembari menanti keadaan aman.

Biasanya Daichi rebahan di depan televisi rumahnya sambil mengunyah senbei ketika derai hujan terdengar bergemuruh menyerang atap rumahnya. Berisik, tapi di satu sisi menyenangkan.

Sayang mereka belum boleh pulang ke rumah masing-masing karena meski libur musim panas sudah di depan mata, sekolah mereka belum berakhir. Setidaknya masih bisa bersyukur bisa langsung meninggalkan asrama sehari setelah wali kelas mengucapkan 'Selamat libur musim panas, dan jangan lupa kerjakan PR kalian!'. Riko menatap hujan dari dalam jendela kelasnya. Musim panas tahun depan mungkin akan berbeda.

Kemudian, seperti biasa, saat Riko sadar, Daichi kembali menghilang.
Collapse )
KHR: Dino-Hibird

Ia Bermimpi

Wanita itu berkali-kali melihat mimpi. Mimpi yang menyenangkan, pula membuat dadanya seperti terjepit karena kerinduan yang meluap namun tak tersampaikan. Mimpi yang selalu menjadi doa setiap ia terbangun, dengan atau tanpa bekas air mata di pipinya.

Aku pun merasakan hal yang sama setiap wanita itu menceritakan setiap mimpinya padaku. Seakan-akan akulah yang mengalami mimpinya. Mimpi yang panjang dan berkesinambungan seperti roll film yang tak akan berhenti sebelum ceritanya habis. Dan aku tahu mimpi-mimpi itu tak akan habis. Aku sudah mencatatnya pada sebuah buku ,yang aku yakin tak akan ada yang bisa mengintipnya, supaya aku tak turut lupa. Namun akan kuceritakan padamu beberapa darinya.
Collapse )
Vocaloid: Megurine Luka | Beautiful/Good

Natsuyuki Rendezvous, Anyone?

Ada yang nonton seri ini? Aku baru-baru ini ngejar empat episode gara-gara penasaran. Awalnya ga gitu tertarik, soalnya rada ga booming gitu. Tapi setelah ngubek-ngubek tumblr, aku nemu semacam pick up line atau apaaa gitu di tumblr Nakamura Yuuichi. Berhubung aku emang demen ama Youkyan dan penasaran, aku coba nanya sama temen dan ternyata dia nonton. Tanggapan dia sih, Natsuyuki Rendezvous ini lucu, dan aku makin penasaran.



Collapse )
KHR: Dino-Hibird

Sleep Paralysis (Ilmu Pengetahuan) vs Tindihan (Mitos)

Sebenarnya memang saya tahu kalau sleep paralysis dan tindihan adalah dua hal yang sama. Tapi saya masih sedikit bingung. Mana di antara keduanya merupakan hal yang benar menurut definisi masing-masing. Aduh, saya kok bingung sama kalimat sendiri, ya? /plak.

Penjelasan ilmiah dari sleep paralysis sendiri adalah:


Collapse )